http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005051123255965

‘Blog’, Media Baru di Internet

MASALAH penggunaan internet kembali mencuat akhir-akhir ini. Terutama setelah sebuah media massa menyomasi Sekretaris Tim Ahli Teknologi Informasi Komisi Pemilihan Umum Basuki Suhardiman karena tindakannya menyebarkan (forward) surat elektronik (e-mail) ke sebuah milis internet.

E-mail tersebut dinilai mencemarkan nama baik media massa yang bersangkutan. Komunitas internet Indonesia pun kemudian heboh dan ramai mendiskusikannya melalui milis (kelompok diskusi) maupun jurnal online (blog).

Para pengguna milis dan blog banyak yang menilai tindakan somasi sebagai sesuatu yang salah alamat. Ada juga yang menganggapnya sebagai ketidakmengertian terhadap dinamika lalu lintas informasi di internet, termasuk mengenai posisi blog internet sebagai “media baru”.

Salah seorang aktivis blog Indonesia yaitu Priyadi yang memiliki blog beralamat Priyadi.net misalnya, memberikan tanggapan, kesimpulan, dan juga saran agar siapa pun jangan malas mempelajari “media baru” tersebut sebelum bereaksi lebih jauh.

Di sisi lain, dosen Komunikasi UGM Roy Suryo menegaskan pentingnya sikap bertanggung jawab dalam penggunaan internet seperti e-mail, blog dan sebagainya. “Orang seharusnya tidak mudah mem-forward sebuah e-mail. Perlu ditanyai dulu sumbernya atau diberi keterangan pendahuluan soal sumber datangnya e-mail tersebut,” kata Roy kepada Media, Selasa (10/5).

Saran hadapi media baru

Kasus somasi ini menurut aktivis blog lainnya, Enda Nasution, bisa dimengerti. Soalnya internet baru dinikmati di Indonesia kurang lebih 10 tahun, sedangkan blog hadir lebih baru lagi yaitu sekitar 4-5 tahun lalu.

Hal di atas dan keterkejutan banyak pihak melihat begitu mudahnya masyarakat internet memiliki “media” dan menyebarkan informasi di internet karenanya adalah wajar dan bukannya tanpa solusi. Menangkal hal ini dengan menabur somasi kepada para pengguna “media baru” bukan saja tindakan yang tidak strategis dan menunjukkan ketidaktahuan. Hal ini juga justru memberikan kredibilitas pada kritik yang dimaksud dan menimbulkan kecurigaan, ungkap Enda lewat e-mail kepada Media. Ia sendiri aktif menulis blog sejak 2001 di alamat enda.goblogmedia.com.

Enda lantas memberi sejumlah saran bagi perusahaan atau pihak tertentu yang mendapat kritik tajam lewat e-mail, blog dan sebagainya. Pertama, perusahaan harus sadar bahwa yang dihadapi adalah “media baru” yang memiliki kaidah tersendiri. Perusahaan harus menginvestasikan waktu untuk mempelajari apa yang bisa dan jangan dilakukan di “media baru”, atau pekerjakan orang yang tahu.

Kedua, identifikasikan para “pemimpin” komunitas di internet, baik berupa milis ataupun blogger. Mereka adalah orang-orang yang setiap harinya berkecimpung di internet, luwes dan mengerti bagaimana cara menyampaikan informasi di internet, tahu informasi apa yang berharga dan tidak berharga untuk diteruskan.

“Jelaskan informasi dari pihak Anda dengan jelas, lengkap, jujur, adil, tidak emosional, dan tidak overacting. Jangan menyembunyikan apa-apa, karena jika ada informasi yang Anda sembunyikan atau sengaja Anda hilangkan dan informasi itu tersebar, maka kredibilitas Anda di internet hancur seketika,” ungkap Enda.

Kemudian, tambahnya, jangan segan mengakui kesalahan dan mohon maaf bila perlu. Cantumkan ini pada pernyataan dan penjelasan informasi dari pihak Anda. Dukung keterangan dan informasi perusahaan dengan referensi berupa link ke situs lain yang bisa ditemukan dan cantumkan link ini pada pernyataan di atas.

Saran Enda lainnya yaitu perusahaan memasang pernyataan pada sebuah alamat web, karena dengan cara ini pernyataan mudah di-link dan akan menjadi bagian dari dialog di internet. Informasikan pernyataan tadi kepada para “pemimpin komunitas” lewat e-mail. Jika perlu, sewa tenaga profesional yang memahami dinamika di internet.

“Miliki juga blog dan pekerjakan seorang blogger. Blog adalah situs dengan sentuhan pribadi yang sering diperbarui dan bersifat interaktif. Banyak manfaat memiliki blog bagi Anda. Selain merespons kritikan di internet, juga memiliki sentuhan pribadi, menerima masukan lebih banyak serta lebih lancar berkomunikasi dengan klien, pelanggan, maupun mitra usaha,” tegas Enda. (War/H-2)

Popularity: 10% [?]