blog.adypermadi.com

Me, MySelf and I

Archive for the ‘day by day’ Category

Anak Klub

Popularity: 6% [?]

  • 2 Comments
  • Filed under: day by day
  • Berubah!!!!

    Kehidupan Sang Elang


    Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia.

    Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
    Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

    Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
    Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

    Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
    Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

    Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

    Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

    Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.

    Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.

    Anda adalah elang-elang itu.

    Perubahan pasti terjadi.

    Maka itu, kita harus berubah!

    Popularity: 5% [?]

  • 1 Comment
  • Filed under: day by day
  • Nomor satu di google

    Google

    Melihat postingan si om eko disini, gue juga nyoba ngetes searching “ady” di google.
    Hasilnya nomor satu juga tuh.

    Popularity: 6% [?]

  • 6 Comments
  • Filed under: day by day
  • Kiat sukses bekerja di perusahaan

    Pinter-pinter lah menjilat atasan.. bawahan sih masa bodo… huahuahuhaaa…

    Tapi susah juga bagi gue yg nggak bisa menjilat.. abis enaknya di jilat-jilat aja sih..
    huwhauwhauhwuhauhwuawa…..

    Popularity: 10% [?]

  • 16 Comments
  • Filed under: day by day
  • duh senangnya.. nggak fakir benwith lagi kalo dirumah.

    tapi abis itu bingung mo ngapain… hehehehhehe..

    trus bolak balik liat jumlah data yg ketransfer…
    hehhehehe.. susahnya pake paket yg dibatesin jumlah bytenya begini nih..
    takut juga tagihan melonjak

    Popularity: 3% [?]

  • 10 Comments
  • Filed under: day by day
  • Aneh Nggak Sih?

    Kejadiannya sih barusan nih.. (sekarang udah sampe di rumah)

    Pulang kantor sekitar pukul 23.30 dari kantor yg letaknya di Jl. Jend. Gatot Subroto. Pulang ke arah Ciputat.
    Biasanya sih dari situ muter balik trus lewat sudirman.
    Tapi malem itu sepertinya sepi dan asik nih lewat jalan lain.

    Akhirnya ngambil arah mampang, udah sepi sih.. tapi jalannya nggak beraturan aspalnya. Trus belok kanan arah kemang. Lewat kemang kalo malem emang asik.
    Sepi, jalannya alus dan, menantang.
    Dari kemang keluar trus ke jl benda, jeruk purut, trus abuba, cipete, fatmawati tanpa berhenti dengan kecepatan konstan sekitar 70-80 km/jam.
    Duh.. kalo tiap hari gini enak banged nih.
    Dari fatmawati trus belok kanan.. arah JIS Pondok Indah, bunderan Pondok Indah, terus Deplu, trus ambil Bintaro Sektor I masuk bintaro raya..
    terus sampe sektor 7, keluar nyebrangin tol lewat jembatan terus perempatan Kampung Sawah belok kanan, trus.. terus… wah jalannya mantab deh kalo malem dan sepi.. kalo siang? banyak angkot..
    Kecepatan tetep konstan 70-80 km/jam.. dan sering maenin saklar lampu.
    Kalo sepi pindah pake lampu jauh, kalau ada kendaraan dari depan kembali lagi ke lampu biasa. Selama perjalanan lampu emang di “cetak-cetek”

    sampe deket kompleks rumah, biasanya motong jalan lewat Bukit Nusa Indah
    tapi berhubung lagi menikmati perjalanan, dan kondisi setingan motor lagi enak.. tenaga mesin yang standar terasa penuh di setiap putaran mesin (thanks to AHASS HTML, setingannya pas), lanjut jalannya ambil arah pamulang, nggak jadi motong. Agak muter.. ya tapi lagi pengen jalan jadinya asik2x aja.

    Di perempatan arah ciputat dan pamulang belok kanan terus.. lanjut.. kecepatan konstan..
    nggak lama.. nggak tau di daerah mana.. dimana penerangan jalan tidak terlalu terang dan gue menggunakan lampu jauh. Di kejauhan tampak kendaraan di depan. Otomatis saklar lampu gue pindah ke lampu biasa. Tapi.. loh koq malah gelap? coba di “cetak-cetek” lampu jauh bisa.. balik ke normal nggak bisa. Mati!!. Wah putus lagi nih lampu deketnya pikir gue dalem hati.
    Mau pake lampu sore gelapnya minta ampun. Akhirnya diputuskan pake lampu jauh aja. Maap yah.. kendaraan yg dari depan.. silau mungkin.
    Ada kali sekitar 10 menit gue pake lampu jauh akhirnya ketemu juga jalan masuk ke komplek. Dari perempatan yg kekiri ke Pamulang II (Pondok Benda) gue ke kanan ke arah Vila Dago Tol.

    Nggak sengaja saklar lampu gue teken balik jadi lampu biasa, dan ajaib!!!! nyala tuh lampu deket.. wah.. kenapa tadi nggak bisa?
    huahuhauhuah.. sampe sekarang masih kepikiran tuh.
    apakah lampu atau kabel2xnya konslet? atau ada sebab lain?

    Popularity: 6% [?]

  • 9 Comments
  • Filed under: day by day, x-files
  • [QOTD] Boss And Leader

    – A boss creates fear, a leader confidence. A boss fixes blame, a leader corrects mistakes. A boss knows all, a leader asks questions. A boss makes work drudgery, a leader makes it interesting. A boss is interested in himself or herself, a leader is interested in the group.|Ewing, Russel H.

    *abis ngeliat signature seseorang di milis*

    Popularity: 2% [?]

  • 0 Comments
  • Filed under: day by day
  • *Copy paste dari tempat lain*

    Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA tahun ini dan
    seterusnya.

    Sehabis shalat Tarawih kemarin malam saya dihentikan oleh Fadli di
    serambi masjid. Saya diajak duduk bersila bersama Uun dan Kang Ngalwi.
    Rupanya mereka sudah mulai terlibat dalam suatu pembicaraan dan saya
    diminta bergabung.

    “Kang Ngalwi punya pertanyaan dan kita diminta menjawabnya,” kata Fadli
    setelah saya duduk.
    ”Katanya, kita ini hidup sekampung, seagama,sekitab suci, senabi; tapi
    nanti kita akan berlebaran pada hari yang berbeda.
    Dikampung ini sebagian akan berlebaran hari Senin, sebagian lagi hari
    Selasa.Kenapa? Apakah ini nalar? Apakah ini patut?”

    Saya tersenyum dan merasa naif. Tapi nanti dulu. Sekilas pertanyaan itu
    memang terasa tidak bermutu, bahkan bodoh. Apalagi bagi mereka yang
    merasa pakar di bidang agama. Oleh para alim, pertanyaan Kang Ngalwi
    pasti akan digilas dengan jawaban: ”Sudahlah, pokoknya kita hormati
    keyakinan masing-masing. Tahun ini, yang mau Lebaran hari Senin maupun
    Selasa, semua
    baik-baik saja karena keduanya berpegang dengan keyakinan masing-masing,
    dan keduanya punya dalil segudang untuk membenarkan keputusan yang
    mereka ambil.”

    Itulah kearifan tertinggi yang selama ini bisa dicapai oleh umat Islam.
    Namun sebenarnya kearifan tertinggi itu masih menyisakan perasaan tidak
    nyaman dalam kenyataan hidup sehari-hari, terutama di lapisan bawah.

    Jadi pertanyaan Kang Ngalwi itu tidak mengada-ada, bahkan mungkin
    mewakili perasaan umum masyarakat awam.
    Jelasya, masyarakat awam merasa tidak nyaman bila ada Lebaran yang
    berbeda hari.

    Ya, bagaimana bisa nyaman (terasa konyol) ketika masjid di sebelah sudah
    bertakbir dan masjid kita masih melakukan shalat Tarawih.

    Bagaimana silaturahmi tidak menjadi janggal ketika kita sudah menyantap
    gulai kambing, berpakaian bagus, bergembira ria karena hari Lebaran
    sudah tiba tetapi tetangga masih berpuasa.

    Bagaimana hati tidak terasa buntu ketika salaman kita belum bisa
    diterima oleh teman yang Lebarannya baru besok hari.

    ”Lho, sampeyan ini diminta bergabung dengan harapan mau menjawab
    pertanyaan Kang Ngalwi. Kok malah merenung,” Fadli mengingatkan saya.

    ”Wah, jawaban saya pasti sudah kalian ketahui karena kita sama-sama
    sering mendengar ceramah yang menyinggung masalah perbedaan hari
    Lebaran,”jawab saya.

    ”Baik. Kalau begitu saya ingin tanya. Kalau boleh memilih, sampeyan
    lebih suka Lebaran bareng atau Lebaran sendiri-sendiri?” kejar Fadli.

    ”Saya lebih suka Lebaran bareng.”
    ”Kenapa?”
    ”Rasanya, itu lebih patut, lebih enak. Bahkan andaikata Kanjeng Nabi
    masih ada di tengah kita, saya yakin beliau tidak berkenan dengan
    Lebaran yang tidak kompak ini.”

    ”Ya, betul. Jadi kenapa para alim yang memimpin umat tidak bisa kompak
    dalam menentukan hari Lebaran?”

    Terus terang saya malas menjawab pertanyaan ini sebab khawatir akan
    ditertawakan oleh para alim. Maka saya senang ketika Uun mengambil alih
    dan mencoba menjawab pertanyaan Fadli.

    ”Begini, Fad,” kata Uun. ”Perbedaan keyakinan di antara para pemimpin
    memang punya dasar berupa dalil-dalil. Yang jadi masalah, saya kira,
    adalah sikap memutlakkan keyakinan masing-masing.”

    ”Memutlakkan bagaimana?”

    ”Memutlakkan, ya tidak bisa ditawar meski sikap itu melanggar ruh Islam
    yang amat menjunjung tinggi kebersamaan. Dan membuat umat di bawah
    menjadi tidak nyaman.”

    ”Tapi Kanjeng Nabi pernah bersabda, perbedaan di antara umat Islam
    adalah rahmat.”

    ”Ah, kamu sendiri tahu, penerapan sabda itu tidak boleh sembarangan.
    Dan saya sangat yakin Kanjeng Nabi merasa sedih dengan perbedaan hari
    Lebaran ini.”

    ”Kalau begitu kamu punya gasasan apa?”

    ”Demi kemuliaan Kanjeng Nabi maka saya sampaikan gagasan ini. Tapi,
    Fad, kamu jangan kaget: Mari kita putuskan jatuhnya hari Lebaran melalui
    keputusan politik. Ada beberapa opsi yang ingin saya tawarkan, tapi saya
    kemukakan satu saja yang paling sederhana.”

    ”Lebaran dengan keputusan politik?” tanya Fadli dengan mata melebar.
    Terus terang saya dan yang lain juga terkejut.

    ”Nah, betul kan, kalian kaget? Sebab kalian lupa Umar bin Khatab RA
    pernah mengambil keputusan politik untuk mengatur suatu ritus ibadah,
    dalam hal ini adalah shalat Tarawih. Bukankan shalat Tarawih berjamaah
    dan dilakukan sebulan penuh merupakan pengaturan Umar bin Khatab? Apakah
    itu bukan keputusan politik setelah Umar bin Khatab melihat umat Islam
    waktu itu
    melaksanakan shalat Tarawih sendiri-sendiri sehingga di mata beliau
    kurang enak dipandang?”

    Kecuali Uun yang tertawa-tawa, lainnya jadi memasang wajah serius karena
    merasa tersodok oleh pemikiran anak yang tidak lulus STAIN itu. Dan,
    masih dengan tertawa-tawa, Uun melanjutkan omongannya.

    ”Bagaimana kalau umat Islam Indonesia dalam menentukan hari Lebaran
    kompak saja makmum ke Makkah? Maka kita akan melaksanakan shalat Id
    bareng pada hari yang sama dengan orang Makkah, hanya pelaksanaannya
    kita lebih cepat empat jam. Jadi tak usah lagi ada orang yang mengaku
    paling jago dalam ilmu hisab, atau paling jago dalam mengintip hilal.
    Dan yang penting kita jadi lebih patut karena sebagai umat yang mengaku
    paling baik, bisa berlebaran bareng.”

    Uun mengakhiri omongannya dengan tertawa. Kami tak bisa berkomentar. Dan
    Kang Ngalwi amat-sangat setuju. Tapi entah para alim karena Uun, itu
    tadi, STAIN saja tidak tamat.

    Popularity: 4% [?]

    "Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika ia berdiri dan memberi perintah, tetapi ketika ia berdiri sama tinggi dengan orang lain dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka guna mencapai sukses..."

    Photos

    P6020371Picture 219Picture 218Picture 190Picture 189P6020390P6020375P6020374P6020373P6020372P6020371P6020370

    Categories

    Calendar

    October 2008
    M T W T F S S
    « Sep    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

    Stats:

    • Posts 142
    • Comments 888
    • Tags 57
    • Categories 20
    • Words in Posts 64,622
    • Words in Comments 31,849

    BlogRoll


    Loved One


    Prends


    Seruangan


    Archives


    Meta


      Writing

      205 articles
      975 comments

        Comments

        platform
        822 
        72 
        22 
        12 


        browsers
        483
        414
        33
        6
        6
        2
        0
        0
        0
        0