Me, MySelf and I
13 Aug
Seperti yang dituturkan di http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=19965
Sebuah Nasionalisme buat Saya
Malam Sabtu silam, ketika saya sedang bersua dengan teman-teman motor, ada ajakan dari seorang teman. “Eh, Agustus-an nih… Kita pasang bendera Merah Putih di motor, yuuk!“ Spontan saya berpikir. Mungkin, maksudnya untuk menunjukkan rasa nasionalisme, atau turut memeriahkan hari Kemerdekaan Negeri ini. Hmm… Iya sih. Bukan sesuatu yang salah sebenarnya. Tapi, kok saya menganggapnya ini bukan sesuatu yang luar biasa. Datar saja, boleh jadi.
Lalu saya merenung, apakah nasionalisme cuma hadir di bulan bernama Agustus saja? Apakah nasionalisme hanya bisa ditunjukkan dengan simbol-simbol tertentu saja? Tak bisakah saya melakukan sesuatu yang lebih nyata, yang lebih berdampak untuk mencitrakan sebuah rasa nasionalisme ini?
Kala tengah melamunkan hal itu, teman saya yang lulusan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik dari sebuah universitas terkemuka melontar komentar lain. Katanya: “sifat nasionalisme di kalangan kita memang semakin blur. Karena sekarang zamannya global. Pengaruh bangsa lain melalui kekuatan ekonominya telah menjajah semua lini kehidupan kita. Dan anehnya, kita asyik terlena.”
Sebagai bagian dari warga dunia yang sudah begitu global, tentu saya memang tidak bisa hidup egois dan mengenyampingkan peran ekonomi bangsa lain. Bahkan, saya merasa hampir semua lini kehidupan saya dikuasai kekuatan ekonomi bangsa lain.
Sebagai contoh, motor dan mobil yang saya kendarai, pemilik modalnya adalah Jepang. Komputer yang saya gunakan untuk menulis isi hati ini, dimodali Amerika. Alat komunikasi yang saya pakai juga mengadopsi teknologi dari bangsa lain. Tapi saya yakin. Saya masih mempunyai pilihan dan kekuatan untuk menunjukkan rasa-rasa nasionalisme itu.
Sekelebat saya teringat grup band Cokelat yang bikin lagu “Bendera“. Teringat Dedy Mizwar yang bikin film “Nagabonar Jadi 2″. Teringat bagaimana perjuangan puluhan ribu orang mengantre, membeli tiket, lantas bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil menitikkan air mata dan serempak tanpa komando menyemangati Tim Nasional sepak bola PSSI di ajang Piala Asia beberapa waktu berselang.
Hmm… Semua begitu terasa memberikan “personal touch” ala masing-masing. Dan akhirnya memberikan inspirasi, bagaimana harus menunjukkan sebuah nasionalisme ala saya.
Terbangun dari lamunan semua itu, saya mendapatkan diri saya sebagai pengguna sepeda motor yang setiap hari harus berjuang melawan kemacetan. Melihat tingkah polah pengguna jalan raya yang semaunya sendiri, melihat bagaimana aturan lalu lintas dipermainkan seenaknya.
Aaah… kalau begitu, mungkin saya bisa berusaha untuk tertib berlalu lintas. Saya tak mau berdamai dengan oknum polisi ketika saya melanggar aturan lalu lintas. Lantas, bagaimana jika saya terus terlibat dalam usaha menekan angka korban kecelakaan lalu lintas di negeri ini.
Kelihatannya, itu bisa menjadi pilihan menarik untuk menunjukkan rasa cinta saya terhadap negara ini. Ketimbang sekadar memasang bendera Merah Putih kecil di motor, yang kemudian bakal lusuh, dan terlupakan pada bulan bernama September nanti…
Malam itu saya pulang dari acara kopdar tadi. Tentunya, dengan berbagai pilihan tentang keinginan saya untuk harus mampu menunjukkan rasa nasionalisme. Nasionalisme ala saya.
Selamat ulang tahun ke-62, Indonesia-ku…
Syamsul M.
HTML 158
Direktur Trotoar Foundation
www.trotoar.org
Popularity: 11% [?]
21 Apr
dapet dari milis honda-tiger
belok kiri langsung, selama gak ada larangan rambu (lampu merah, sign, etc)
PP 43/1993, PRASARANA DAN LALU LINTAS JALAN……..
Paragraf 3
Tata Cara Membelok
Pasal 59
(1) Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi
lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan memberikan isyarat
dengan lampu penunjuk arah atau isyarat lengannya.
(2) Pengemudi yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, harus
mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan serta
memberikan isyarat.
(3) Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan,
kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu
lintas pengatur belok kiri.
Popularity: 4% [?]
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||
831
72
22
12
0
476
431
32
6
5
2
0
0
0
0