blog.adypermadi.com

Me, MySelf and I

Archive for the ‘id-gmail’ Category

Pesta Duren 2008

Yuuuukkkk.. mariiiiii

Popularity: 5% [?]

  • 1 Comment
  • Filed under: id-gmail, x-files
  • Look.
    The people you are after are the people you depend on.
    We develop your applications.
    We install your servers.
    We connect your computers.
    We deliver your e-mails.
    We guard your network while you sleep
    Do not fuck with us.

    Hi. You’re going to call off your rigorous investigation. You’re going to publicly state that there is no underground group. Or… these guys are going to take your balls. They’re going to send one to the New York Times, one to the LA Times press-release style. Look, the people you are after are the people you depend on. We cook your meals, we haul your trash, we connect your calls, we drive your ambulances. We guard you while you sleep. Do not fuck with us. [Tyler Durden on Fight Club]

    Popularity: 21% [?]

    File aslinya ada disini: Radio Elshinta

    Berikut ini adalah transkrip yang dikerjakan oleh Mahen dari Kampung Gajah
    Transkrip ini masih “raw” dan mungkin masih butuh koreksi

    [elshinta] Mas Roy, selamat pagi mas.

    [rs] Selamat pagi..

    [elshinta] Jadi ada hacker yang membobol situs Departemen Komunikasi dan Informatika ya Mas ya.

    [rs] Iya dan, dan, saya nggak perlu ditutup-tutupi, ??? di situs itu ditempelkan wajah saya di situ.

    [elshinta] Oh begitu? jadi wajah Mas tuh yang ditempelkan di situ ya?

    [rs] Iya, tapi, tapi bodinya lain tuh, lebih bagus, lebih bagus bodinya dia. Hahahahaha. Saya sih, saya sih, terlalu berotot itu. Itu kan, itu kan bodi-nya seorang artis yang waktu itu pernah saya lihat di salah satu majalah yah, kemudian ditempelkan disitu.

    (more…)

    Popularity: 23% [?]

    S U R A T T E R B U K A

    30 Agustus 2007
    Blogger Indonesia Menuntut Permohonan Maaf Pemerintah Malaysia

    Sehubungan dengan peristiwa pemukulan dan penganiayaan yang terjadi pada Donal Peter Luther Kolopita tanggal 26 Agustus 2007 di Negeri Sembilan oleh segerombolan polisi Kerajaan Malaysia

    Mengingat juga bahwa Donal Peter Luther Kolopita hadir di Malaysia sebagai utusan resmi Pemerintah Indonesia atas undangan Kerajaan Malaysia yang karenanya merupakan tamu negara yang seharusnya dihormati.

    Memperhatikan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi pada Warga Negara Indonesia di Malaysia tapi sudah pernah terjadi pada banyak orang.

    Mengamati bahwa praktek kekerasan oleh aparat pemerintah manapun sudahlah seharusnya tidak pernah terjadi dimanapun dan harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan benar.

    Menyerukan pada Pemerintah Kerajaan Malaysia dengan segala jajaran aparatnya untuk dengan rendah hati MEMINTA MAAF pada seluruh Warga Negara Indonesia, baik yang tinggal di Indonesia maupun yang bekerja di Malaysia atas semua tindakan merendahkan, kekerasan, intimidasi, penggangguan dan penganiayaan yang sudah terjadi selama ini.

    Sebagai bangsa yang serumpun, apalagi bertentangga, dengan kaitan sejarah yang panjang sudah tentu hubungan baik antara dua negara dan dan bangsa ini harus dijaga, karena itu kami tekankan sekali lagi bahwa PERMOHONAN MAAF ini sangat penting dan krusial adanya untuk dilakukan sebagai tanda PENYESALAN dan PENGAKUAN bahwa tindakan oknum aparat diatas adalah SALAH dan akan dikenai sangsi sesuai dengan HUKUM yang berlaku.

    ttd.
    Blogger Se-Indonesia Raya

    O P E N L E T T E R T O M A L A Y S I A N G O V E R N M E N T

    30 August 2007

    Indonesian Bloggers Demand an Apology from the Malaysian Government

    Due to the recent brutal attack on Donal Peter Luther Kolopita by the Malaysian Police on August 26th, 2007.

    Recall that Mr. Donal Peter Luther Kolopita is an INVITED GUEST of the Malaysian Govt and therefore should have been treated with the utmost respect and dignity.

    This is NOT the first time such an event has occurred to an Indonesian citizen in malaysia.

    Oppression in any form ontowards private citizens can not and should not be tolerated by any government and that appropriate corrective and preventive measures should be taken.

    We demand that the Malaysian Goverment to submit a written and verbal apology to all citizens of Indonesia, residing in Indonesia and elsewhere as well as to all private citizens of the world .

    As people of the same race, as well as neighboring countries, and a strong link in history, the amicable relationship between the two countries has to be maintained. Thereby we strongly insist that Malaysia Apologizes dan admits that the actions taken by Malaysia’s police is abominable and intollerable and will be met with the harshesht and strictest application of the law as it stands.

    Indonesian Bloggers

    Popularity: 11% [?]

    Media whore

    Kemane Aje Lu!!!!

    Popularity: 5% [?]

  • 0 Comments
  • Filed under: id-gmail, ngasal
  • *Copy paste dari tempat lain*

    Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA tahun ini dan
    seterusnya.

    Sehabis shalat Tarawih kemarin malam saya dihentikan oleh Fadli di
    serambi masjid. Saya diajak duduk bersila bersama Uun dan Kang Ngalwi.
    Rupanya mereka sudah mulai terlibat dalam suatu pembicaraan dan saya
    diminta bergabung.

    “Kang Ngalwi punya pertanyaan dan kita diminta menjawabnya,” kata Fadli
    setelah saya duduk.
    ”Katanya, kita ini hidup sekampung, seagama,sekitab suci, senabi; tapi
    nanti kita akan berlebaran pada hari yang berbeda.
    Dikampung ini sebagian akan berlebaran hari Senin, sebagian lagi hari
    Selasa.Kenapa? Apakah ini nalar? Apakah ini patut?”

    Saya tersenyum dan merasa naif. Tapi nanti dulu. Sekilas pertanyaan itu
    memang terasa tidak bermutu, bahkan bodoh. Apalagi bagi mereka yang
    merasa pakar di bidang agama. Oleh para alim, pertanyaan Kang Ngalwi
    pasti akan digilas dengan jawaban: ”Sudahlah, pokoknya kita hormati
    keyakinan masing-masing. Tahun ini, yang mau Lebaran hari Senin maupun
    Selasa, semua
    baik-baik saja karena keduanya berpegang dengan keyakinan masing-masing,
    dan keduanya punya dalil segudang untuk membenarkan keputusan yang
    mereka ambil.”

    Itulah kearifan tertinggi yang selama ini bisa dicapai oleh umat Islam.
    Namun sebenarnya kearifan tertinggi itu masih menyisakan perasaan tidak
    nyaman dalam kenyataan hidup sehari-hari, terutama di lapisan bawah.

    Jadi pertanyaan Kang Ngalwi itu tidak mengada-ada, bahkan mungkin
    mewakili perasaan umum masyarakat awam.
    Jelasya, masyarakat awam merasa tidak nyaman bila ada Lebaran yang
    berbeda hari.

    Ya, bagaimana bisa nyaman (terasa konyol) ketika masjid di sebelah sudah
    bertakbir dan masjid kita masih melakukan shalat Tarawih.

    Bagaimana silaturahmi tidak menjadi janggal ketika kita sudah menyantap
    gulai kambing, berpakaian bagus, bergembira ria karena hari Lebaran
    sudah tiba tetapi tetangga masih berpuasa.

    Bagaimana hati tidak terasa buntu ketika salaman kita belum bisa
    diterima oleh teman yang Lebarannya baru besok hari.

    ”Lho, sampeyan ini diminta bergabung dengan harapan mau menjawab
    pertanyaan Kang Ngalwi. Kok malah merenung,” Fadli mengingatkan saya.

    ”Wah, jawaban saya pasti sudah kalian ketahui karena kita sama-sama
    sering mendengar ceramah yang menyinggung masalah perbedaan hari
    Lebaran,”jawab saya.

    ”Baik. Kalau begitu saya ingin tanya. Kalau boleh memilih, sampeyan
    lebih suka Lebaran bareng atau Lebaran sendiri-sendiri?” kejar Fadli.

    ”Saya lebih suka Lebaran bareng.”
    ”Kenapa?”
    ”Rasanya, itu lebih patut, lebih enak. Bahkan andaikata Kanjeng Nabi
    masih ada di tengah kita, saya yakin beliau tidak berkenan dengan
    Lebaran yang tidak kompak ini.”

    ”Ya, betul. Jadi kenapa para alim yang memimpin umat tidak bisa kompak
    dalam menentukan hari Lebaran?”

    Terus terang saya malas menjawab pertanyaan ini sebab khawatir akan
    ditertawakan oleh para alim. Maka saya senang ketika Uun mengambil alih
    dan mencoba menjawab pertanyaan Fadli.

    ”Begini, Fad,” kata Uun. ”Perbedaan keyakinan di antara para pemimpin
    memang punya dasar berupa dalil-dalil. Yang jadi masalah, saya kira,
    adalah sikap memutlakkan keyakinan masing-masing.”

    ”Memutlakkan bagaimana?”

    ”Memutlakkan, ya tidak bisa ditawar meski sikap itu melanggar ruh Islam
    yang amat menjunjung tinggi kebersamaan. Dan membuat umat di bawah
    menjadi tidak nyaman.”

    ”Tapi Kanjeng Nabi pernah bersabda, perbedaan di antara umat Islam
    adalah rahmat.”

    ”Ah, kamu sendiri tahu, penerapan sabda itu tidak boleh sembarangan.
    Dan saya sangat yakin Kanjeng Nabi merasa sedih dengan perbedaan hari
    Lebaran ini.”

    ”Kalau begitu kamu punya gasasan apa?”

    ”Demi kemuliaan Kanjeng Nabi maka saya sampaikan gagasan ini. Tapi,
    Fad, kamu jangan kaget: Mari kita putuskan jatuhnya hari Lebaran melalui
    keputusan politik. Ada beberapa opsi yang ingin saya tawarkan, tapi saya
    kemukakan satu saja yang paling sederhana.”

    ”Lebaran dengan keputusan politik?” tanya Fadli dengan mata melebar.
    Terus terang saya dan yang lain juga terkejut.

    ”Nah, betul kan, kalian kaget? Sebab kalian lupa Umar bin Khatab RA
    pernah mengambil keputusan politik untuk mengatur suatu ritus ibadah,
    dalam hal ini adalah shalat Tarawih. Bukankan shalat Tarawih berjamaah
    dan dilakukan sebulan penuh merupakan pengaturan Umar bin Khatab? Apakah
    itu bukan keputusan politik setelah Umar bin Khatab melihat umat Islam
    waktu itu
    melaksanakan shalat Tarawih sendiri-sendiri sehingga di mata beliau
    kurang enak dipandang?”

    Kecuali Uun yang tertawa-tawa, lainnya jadi memasang wajah serius karena
    merasa tersodok oleh pemikiran anak yang tidak lulus STAIN itu. Dan,
    masih dengan tertawa-tawa, Uun melanjutkan omongannya.

    ”Bagaimana kalau umat Islam Indonesia dalam menentukan hari Lebaran
    kompak saja makmum ke Makkah? Maka kita akan melaksanakan shalat Id
    bareng pada hari yang sama dengan orang Makkah, hanya pelaksanaannya
    kita lebih cepat empat jam. Jadi tak usah lagi ada orang yang mengaku
    paling jago dalam ilmu hisab, atau paling jago dalam mengintip hilal.
    Dan yang penting kita jadi lebih patut karena sebagai umat yang mengaku
    paling baik, bisa berlebaran bareng.”

    Uun mengakhiri omongannya dengan tertawa. Kami tak bisa berkomentar. Dan
    Kang Ngalwi amat-sangat setuju. Tapi entah para alim karena Uun, itu
    tadi, STAIN saja tidak tamat.

    Popularity: 5% [?]

    berikut seperti yg di ceritakan oleh Rony Lantip

    Teman-teman mungkin sudah tahu, e-life style kemarin menghadirkan didin (airputih) dan hening (mpbi). Hal yang paling menyesakkan adalah kenyataan bahwa teman-teman yang bergerak di dunia IT ini rata-rata memiliki kelemahan dalam pemilihan bahasa dan bersilat lidah. Kita tahu, atau paling tidak percaya, bahwa teman-teman memiliki nurani yang tulus untuk membantu, tapi mari kita tengok ilustrasi berikut:

    Raja Tega Roy Suryo: mediacenter sendiri mendapatkan data darimana mas?
    Didin: ya kita tidak langsung ke lapangan, kita memanfaatkan sumber sekunder
    Raja Tega Roy Suryo: wah *tersenyum sinis* lantas dimana keakuratannya? Jangan-jangan datanya ngawur kayak BLOGGER-BLOGGER itu
    Hening: *tertawa*
    Raja Tega Roy Suryo: *tertawa*

    Aku tahu Hening, sudah lama kami bekerja sama. Aku percaya dia tidak menertawakan blogger ataupun menangkap pernyataan RS, dia tentu menertawakan kegagapan Didin (dalam hal ini kugeneralisir sebagai kegagapan orang IT) dalam menjawab pertanyaan seperti ini. Saya sendiri tidak menyalahkan didin, karena memang kenyataan di lapangan data diambil dengan langkah seperti itu, hanya saja orang seperti Raja Tega Roy Suryo memiliki kelihaian tersendiri dalam menyetir pertanyaan untuk menguntungkan dirinya sendiri. Jalan apapun dia tempuh untuk menggempur kekuatan lain yang tidak dia sukai.

    Inti dari postinganku ini hanyalah mengingatkan kepada semuanya saja, fungsi kita adalah fungsi advokasi. Nilainya tentu sama besar dengan pusat data maupun penggalangan bantuan langsung. Enda dengan indonesiahelp misalnya, bisa dijadikan contoh jembatan bantuan masuk ke wilayah Jogja. Airputih juga sudah menorehkan keberhasilan di Aceh maupun di Nias. Tapi dengan pernyataan seperti di atas, melalui media nasional, hal-hal ini menjadi tertutupi.

    Catatan saya sendiri, hell with roy suryo! Namun saya menyarankan kita fokus di wilayah advokasi. Advokasi dalam hal ini tentu saja bisa banyak hal, namun yang paling penting kita juga harus aware dengan kemungkinan-kemungkinan ataupun tahapan-tahapan yang tepat. Sebagai contoh saja mengenai bantuan. Misalnya informasi yang kita sebar di media internet mendapat tanggapan dari seluruh dunia, dan masyarakat di luar indonesia tertarik untuk membantu, maka kita bisa arahkan model bantuan yang lebih pas. Selain kebutuhan untuk tahapan rescue, masih ada kebutuhan untuk tahapan rehabilitasi (misalnya saja alat-alat bangunan) sehingga secara tidak langsung kita membantu masyarakat untuk mandiri dan kembali menjalani kehidupannya tanpa selalu tergantung dengan bantuan. Saudara dari Eko Juniarto sudah memilih wilayah advokasi pemulihan melalui ilmu psikologi, menangani trauma masyarakat. Nah, kita tentu juga bisa memilih wilayah yang seperti ini. Ya, ini hanyalah untuk kasus bantu membantu ketika ada bencana seperti sekarang ini. Untuk kasus lain, kita juga tentu bisa berperan lain.

    Lantas, pagi ini saya mendapat sms dari heri, untuk membaca KR halaman 2 kolom 7. Dan ternyata RS bahkan sudah kampanye tentang “bahaya”nya permohonan bantuan melalui internet. Satu himbauan yang sepertinya baik, namun itu mematikan keinginan masyarakat untuk bersentuhan dengan dunia yang lebih luas.

    Entahlah, saya sedang bingung. Berikut aku sertakan omongan RS di KR.

    kr.jpg

    Popularity: 6% [?]

  • 21 Comments
  • Filed under: id-gmail
  • Pemulihan Trauma Pasca Gempa

    dapet email dari Eko Juniarto
    semoga dapat tersalurkan

    dear all,

    kakak ipar saya yang juga seorang psikolog anak bersama para psikolog
    di jogja ditugaskan untuk mengkoordinasikan program pemulihan trauma
    anak2 korban gempa. saat ini, kendalanya adalah kekurangan dana untuk
    mulai bergerak, karena saat ini most of the fund ditujukan untuk
    keperluan medis dan supply makanan, jadi belum ada yang melirik
    pemulihan trauma korban gempa, terutama anak2.

    kalau ada keinginan menyumbang bisa disalurkan ke
    *Haryanto FR, MA, Drs - HIMPSI DIY*
    *Taplus no 228.001002186.901 *
    *BNI cab. UGM Yogyakarta*

    bantuan yang diharapkan juga gak harus berjumlah besar kok, yang
    penting mereka bisa mulai bergerak sambil menunggu alokasi dana resmi
    dari lembaga2 terkait.

    Popularity: 8% [?]

  • 1 Comment
  • Filed under: id-gmail, komunitas
  • "Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika ia berdiri dan memberi perintah, tetapi ketika ia berdiri sama tinggi dengan orang lain dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka guna mencapai sukses..."

    Photos

    21112008004211120080022111200800130/10/200830/10/200830/10/200825102008257.jpg25/10/2008SabriyaSabriyaSabriyaSabriya

    Categories

    Calendar

    November 2008
    M T W T F S S
    « Oct    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930

    Translator

    Indonesian flagItalian flagKorean flagChinese (Simplified) flagPortuguese flagEnglish flagGerman flagSpanish flagJapanese flagArabic flag
    Russian flagGreek flagDutch flagBulgarian flagCzech flagDanish flagPolish flagRumanian flagNorwegian flagSwedish flag
    Catalan flagFilipino flagHebrew flagLatvian flagLithuanian flagSerbian flagSlovak flagSlovenian flagUkrainian flagVietnamese flag
    By N2H

    BlogRoll


    Loved One


    Prends


    Seruangan


    Archives


    Meta


      Writing

      146 articles
      931 comments

        Comments

        platform
        784 
        72 
        22 
        12 


        browsers
        489
        365
        32
        6
        5
        2
        2
        0
        0
        0
        0
        0