Me, MySelf and I
20 Mar
konnakoto ii na (aku ingin begini)
dekitara ii na (aku ingin begitu)
konna yume (ingin ini)
anna yume (ingin itu)
ippai arukedo (banyak sekali)
minna! minna! minna! (semua! semua! semua!)
kanaete kureru (dapat dikabulkan)
fushigi na pokke - de kanaete kureru (dapat dikabulkan - dengan kantong ajaib)
sora wo jiyuuni tobitaina! (aku ingin terbang bebas di angkasa)
“HAI! TAKEKOPUTA!� (HAI! baling-baling bambu!)
an an an tottemo daisuki (na na na aku sayang sekali)
Doraemon
an an an tottemo daisuki (na na na aku sayang sekali)
Doraemon
take = bambu. takekoputa = take-copter = bambu-copter.
fushigi = ajaib. fushigi na pokke = pocket ajaib.
Popularity: 11% [?]
14 Dec
Setelah tulisannya di blognya, Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono tentang foto2x “edit-an” Herman Saksono, ternyata Pri diduga “terkait” dengan kasus ini, SMS Fitnah dan “The Chronicles of Narniaâ€?, oleh seorang You-Know-Who.
Tidak sampai disitu.. hari saya lihat ada kutipan tulisan seperti ini di situs elshinta.com
Sementara seorang blogger lain bernama Priyadi (http://priyadi.net), lanjut Roy, saat ini juga tengah diperiksa secara intensif oleh Polda Metro Jaya dan Kementerian Negara Komunikasi dan Informatika terkait dengan masalah penghinaan terhadap Kepala Negara.
dimana sepertinya Roy Suryo dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak jelas kebenarannya.
Apakah hal ini seperti in patut dilakukan oleh Roy Suryo atau memang dia adalah seseorang yg hanya bisa “gembar-gembor” saja.
Popularity: 6% [?]
12 Dec
Oleh: Rhenald Kasali
“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”
Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, ChaNge. Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil.” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.
Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya. Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.
Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil”. Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak,
“Kembalikan, kembalikan!” Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”
Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. “Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?” Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu …..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang………”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.
Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.
Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai “gila” nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah.
Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. “Gila aja….ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”. Lantas, apa yang kamu maksud “sakit ?”
“Orang sakit (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari…..,” katanya penuh semangat. “Saya pun mengangguk-angguk.
Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif.
Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya. Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!.
Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja. Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju. Manusia pemenang adalah manusia yang responsif.
Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah “Winners take action, they simply get up and do what has to be done”.
Selamat bergerak!
Popularity: 3% [?]
12 May
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005051123255965
‘Blog’, Media Baru di Internet
MASALAH penggunaan internet kembali mencuat akhir-akhir ini. Terutama setelah sebuah media massa menyomasi Sekretaris Tim Ahli Teknologi Informasi Komisi Pemilihan Umum Basuki Suhardiman karena tindakannya menyebarkan (forward) surat elektronik (e-mail) ke sebuah milis internet.
E-mail tersebut dinilai mencemarkan nama baik media massa yang bersangkutan. Komunitas internet Indonesia pun kemudian heboh dan ramai mendiskusikannya melalui milis (kelompok diskusi) maupun jurnal online (blog).
Para pengguna milis dan blog banyak yang menilai tindakan somasi sebagai sesuatu yang salah alamat. Ada juga yang menganggapnya sebagai ketidakmengertian terhadap dinamika lalu lintas informasi di internet, termasuk mengenai posisi blog internet sebagai “media baru”.
Salah seorang aktivis blog Indonesia yaitu Priyadi yang memiliki blog beralamat Priyadi.net misalnya, memberikan tanggapan, kesimpulan, dan juga saran agar siapa pun jangan malas mempelajari “media baru” tersebut sebelum bereaksi lebih jauh.
Di sisi lain, dosen Komunikasi UGM Roy Suryo menegaskan pentingnya sikap bertanggung jawab dalam penggunaan internet seperti e-mail, blog dan sebagainya. “Orang seharusnya tidak mudah mem-forward sebuah e-mail. Perlu ditanyai dulu sumbernya atau diberi keterangan pendahuluan soal sumber datangnya e-mail tersebut,” kata Roy kepada Media, Selasa (10/5).
Saran hadapi media baru
Kasus somasi ini menurut aktivis blog lainnya, Enda Nasution, bisa dimengerti. Soalnya internet baru dinikmati di Indonesia kurang lebih 10 tahun, sedangkan blog hadir lebih baru lagi yaitu sekitar 4-5 tahun lalu.
Hal di atas dan keterkejutan banyak pihak melihat begitu mudahnya masyarakat internet memiliki “media” dan menyebarkan informasi di internet karenanya adalah wajar dan bukannya tanpa solusi. Menangkal hal ini dengan menabur somasi kepada para pengguna “media baru” bukan saja tindakan yang tidak strategis dan menunjukkan ketidaktahuan. Hal ini juga justru memberikan kredibilitas pada kritik yang dimaksud dan menimbulkan kecurigaan, ungkap Enda lewat e-mail kepada Media. Ia sendiri aktif menulis blog sejak 2001 di alamat enda.goblogmedia.com.
Enda lantas memberi sejumlah saran bagi perusahaan atau pihak tertentu yang mendapat kritik tajam lewat e-mail, blog dan sebagainya. Pertama, perusahaan harus sadar bahwa yang dihadapi adalah “media baru” yang memiliki kaidah tersendiri. Perusahaan harus menginvestasikan waktu untuk mempelajari apa yang bisa dan jangan dilakukan di “media baru”, atau pekerjakan orang yang tahu.
Kedua, identifikasikan para “pemimpin” komunitas di internet, baik berupa milis ataupun blogger. Mereka adalah orang-orang yang setiap harinya berkecimpung di internet, luwes dan mengerti bagaimana cara menyampaikan informasi di internet, tahu informasi apa yang berharga dan tidak berharga untuk diteruskan.
“Jelaskan informasi dari pihak Anda dengan jelas, lengkap, jujur, adil, tidak emosional, dan tidak overacting. Jangan menyembunyikan apa-apa, karena jika ada informasi yang Anda sembunyikan atau sengaja Anda hilangkan dan informasi itu tersebar, maka kredibilitas Anda di internet hancur seketika,” ungkap Enda.
Kemudian, tambahnya, jangan segan mengakui kesalahan dan mohon maaf bila perlu. Cantumkan ini pada pernyataan dan penjelasan informasi dari pihak Anda. Dukung keterangan dan informasi perusahaan dengan referensi berupa link ke situs lain yang bisa ditemukan dan cantumkan link ini pada pernyataan di atas.
Saran Enda lainnya yaitu perusahaan memasang pernyataan pada sebuah alamat web, karena dengan cara ini pernyataan mudah di-link dan akan menjadi bagian dari dialog di internet. Informasikan pernyataan tadi kepada para “pemimpin komunitas” lewat e-mail. Jika perlu, sewa tenaga profesional yang memahami dinamika di internet.
“Miliki juga blog dan pekerjakan seorang blogger. Blog adalah situs dengan sentuhan pribadi yang sering diperbarui dan bersifat interaktif. Banyak manfaat memiliki blog bagi Anda. Selain merespons kritikan di internet, juga memiliki sentuhan pribadi, menerima masukan lebih banyak serta lebih lancar berkomunikasi dengan klien, pelanggan, maupun mitra usaha,” tegas Enda. (War/H-2)
Popularity: 10% [?]
25 Apr
*1 OUNCE BUKAN 100 GRAM.*
PENDIDIKAN YANG MENJADI BUMERANG.
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah,
yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang
pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses
pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah,
takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound
dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1
pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia
terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang
waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang
menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa
menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons(bukan ditulis
ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk
tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional
tidak bisa ditemukan.
Popularity: 9% [?]
5 Apr
Jakarta, Jum’at
Cewek berkulit putih dan berambut panjang itu sedang duduk di kelas. Tawa
ceria menghiasi wajahnya. Tiba-tiba dia membuka kancing seragam SMA-nya.
Lalu, ia menunjukkan (maaf) payudaranya. Sekali lagi, sambil tertawa.
Itulah cuplikan salah satu video porno yang beredar di handphone ke
handphone. Walaupun pelakunya remaja, (pakai seragam pula!), ini bukan lagi
suatu fenomena yang mengagetkan. Ada banyak koleksi lain yang lebih berani.
Bahkan, gaya si pelaku pun sudah menyamai bintang porno profesional! Ampun,
deh!
Popularity: 9% [?]
14 Mar
Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,
Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan
situs-situs Indonesia dan Malaysia.
Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata
membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak
dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan
aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif
seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board,
blog, dan media elektronik lainnya).
Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang
namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita
belajar bertetangga dengan baik.
Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana
kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang
lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh
penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana
dalam mengambil keputusan.
Sekali lagi, mohon penyerangan dihentikan sebelum kita masuk ke tindakan
atau aktivitas yang membuat kita menyesal di kemudian hari.
Damai itu indah …
Budi Rahardjo (ID-CERT)
Popularity: 9% [?]
14 Feb
Sehubungan dengan berbagai komentar KRMT Roy Suryo Notodiprojo akhir-akhir ini di berbagai media, kami, komunitas blog Indonesia berkesimpulan bahwa beliau kekurangan informasi atau bahkan menerima informasi yang tidak benar tentang blog. Kami sendiri memandang bahwa blog adalah hasil dari evolusi bertahun-tahun di Internet, yang semakin menunjukkan bahwa Internet adalah wadah nyata untuk saling menghubungkan orang-orang di dunia nyata.
Kami juga yakin bahwa KRMT Roy Suryo sebagai seorang manusia tentulah sangat membutuhkan kasih sayang dari orang lain. Oleh karena itu, kami, komunitas blog Indonesia pada bulan penuh cinta ini sepakat untuk mendedikasikan hari Valentine tahun 2005 khusus untuk KRMT Roy Suryo Notodiprojo.
Salam hangat selalu serta penuh perhatian dan kasih sayang dari kami untuk KRMT Roy Suryo Notodiprojo di Hari Kasih Sayang ini.
Tertanda
Popularity: 5% [?]
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
| By N2H | |||||||||
784
72
22
12
0
489
365
32
6
5
2
2
0
0
0
0
0