Me, MySelf and I
20 Apr
20 Apr
Dapet dari Kampung Gajah Sertifikat Halal untuk Pocari Sweat yang dikeluarkan tanggal 14 Januari 2006 berlaku sampai 13 Januari 2008.
Mungkin untuk produk2x lain bagusnya sertifikat seperti ini disebarkan untuk publik kali yah, jadi biar tidak ada keragu-raguan untuk mengkonsumsinya.
Popularity: 6% [?]
20 Apr
hehehhe.. kemaren sore lagi bingung mo ngapain..
ngoding bosen..
iseng2x bikin logo Planet Blogger, jadi deh kayak disamping kanan tuh, semoga menarik
o iyah.. kalo ada blognya yg mau dimasukin ke Planet Blogger bisa post disini.
asal itu blog ada RSS Feed nya dan tidak ada error ketika di feed.
Popularity: 3% [?]
19 Apr
L’kuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
S’tiamu simbol keanggunan
Khas perawan yang kau miliki
Akulah pengagum ragamu
Tak ingin kumenyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam
Nodai sucinya lahirmu
Reff:
Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia dengan kasih sayang
Inginku ajak engkau menari
Mandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Bagi semesta cinta kita
Kembali ke Reff
Bintang terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memeluk
Dan menjagamu
Ada Band - Album : Romantic Rhapsody
ps: Lagu Ada Band ini supported By Softex - Pembalut Wanita .. hihiihihihihi… Karena Wanita Ingin Dimengerti
Popularity: 3% [?]
18 Apr
Sebenernya sih udah dari beberapa minggu lalu game ini selesai gue buat.
Walaupun mungkin masih ada beberapa modul yg harus ditambahin.
Mau nulis di blog ini kayaknya males banged.. heuheuahueaea…
Sekarang sih udah bisa dicoba. Yah kalo ada bug atau apalah wajar. Testernya juga belon ada.
Ayo siapa mau jadi tester.. ![]()
Sekalian sama kritik dan sarannya yah.. di tampung koq.
Ini game sih ceritanya mengenai persepakbolaan. Pemainnya jadi Manager Club sepak bola dimana
dia harus membentuk team dan membentuk squad. Kalo udah ada squadnya bertanding sama club
lain. Point yang paling besar yg menang pada satu periode tertentu. Sama seperti game sejenis yang
lain disini juga punya “hari virtual” yaitu selama 6 jam hari sebenarnya. Tiap kali menyerang squadnya
akan kehilangan “stamina” yang bisa secara default akan bertambah setiap 5 menit.
Dan juga mungkin bagi yang nggak sabar uuntuk menunggu staminanya full, bisa pergi ke “Panti Pijat”.
Asalkan punya duit cukup sih stamina langsung “UP”.
Ayo Dicoba!!!! ![]()
Popularity: 4% [?]
17 Apr
eh.. ternyata wordpress nggak ancur tampilannya ketika di buka di browser PDA.
kemaren nyoba2x buka blog diri sendiri pake iPAQ 6365 punya gue..
ternyata kebuka walau layoutnya standar.
Masuk ke halaman site adminnya malah terkesima lagi.. wah.. lancar nih..
perasaan dulu buka WP ancur banged..
jadi asik deh nih.. bisa nulis blog lewat PDA ![]()
Donald Trump’s Career Tips ini adalah tulisan pertama gue di blog yg ditulis lewat PDA ![]()
Popularity: 2% [?]
15 Apr
Disadur dari majalah Hers Magazine
Menurut Trump, cara untuk mencapai posisi puncak adalah belajar dari kesalahan - baik dari diri sendiri mauoun orang lain. “Belajarlah dari orang-orang di sekeliling Anda. Tak ada alasan untuk melakukan kesalahan yang sama, yang diperbuat oleh orang-orang.” paparnya. Berikut adalah beberapa palajaran yang diambil oleh Trump dari orang lain, yang juga ada dalam buku terbarunya, The Way to The Top - The Best Business Advice I Ever Received.
Popularity: 2% [?]
13 Apr
Dikutip dari sebuah kampung… bagus juga buat bahan pemikiran dan pembandingan..
dikampung itu sendiri entah dikutip dari mana..
———————————————————————————————————————-
”Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia mulai mengedarkan Playboy, sebuah majalah porno asal Amerika,” bunyi teras berita harian Al Rayah, Qatar, pekan lalu. Judul yang dipampangnya pun bombastis, ”Negeri Muslim Terbesar di Dunia Terbitkan Majalah Playboy.”
M A L A Y S I A
”Kita tidak akan menoleransi siapa pun yang mencoba menyelundupkan Playboy Indonesia ke sini,”
maksimum 20 ribu ringgit, dan atau hukuman maksimal tiga tahun untuk para penyelundup Playboy atau barang berbau pornografi lainnya.
Bea dan Cukai negara itu memberlakukan pemeriksaan ketat terhadap para pendatang dari Indonesia. Tidak hanya orang Indonesia, tetapi terutama warga Malaysia yang baru pulang dari Indonesia.
Playboy versi Indonesia KECERDIKAN GAYA LAMA saat ini sedang berselimut, sebelum membuka jati diri pada saatnya kelak.
Sehari setelah Playboy Indonesia terbit, Sabtu (8/4) lalu Hugh Hefner, pendiri ‘kerajaan’ Playboy itu, berulang tahun ke-80. Bertelekan pada sofa berlapis bulu tebal, dikelilingi ratusan model yang hanya berbalut bikini (BH), sementara sampanye dan kaviar tak henti mengaliri tenggorokan, Hefner terlihat sangat bungah di mansion bergaya Gothiknya di Los Angeles, Amerika Serikat.
Tentu bukan karena seorang gadis pirang membantunya memotong kue dan menyuapinya sepotong demi sepotong. Prosesi itu pasti terlalu lumrah, bahkan membosankan, di usianya yang menginjak delapan dekade. Ada hal lain yang seharusnya membuat kakek berpiyama sutra itu bergirang hati.
Benar atau tidak, yang pasti pada ulang tahun ke-80 itu Hefner memperoleh ‘kado istimewa’, persembahan Erwin Arnada dan kawan-kawan dari Indonesia. Hefner sangat layak bergembira. Revolusi seks yang dipeloporinya sejak 1950-an, berhasil menaklukkan Indonesia, salah satu negeri Muslim terbesar di dunia.
Bukankah kini Hefner, dalam usia yang secara logika telah di rembang petang, bisa menyatakan diri sukses membuat gaya hidupnya menjadi universal, merambah hingga pojok-pojok dunia yang tadinya dianggap paling musykil sekalipun? Siapa akan membantah, keberhasilan Playboy terbit di Indonesia — meski dengan kemasan tak terlalu vulgar — merupakan sukses besar bagi imperium bisnis Playboy.
”Ini merupakan momen spesial, karena ultah ke-80,” kata Hefner dalam sebuah wawancara televisi. Meski tak menyebut Indonesia, Hefner menambahkan, ”Saya tidak pernah merasa sebaik ini.”
Wajar saja, karena mungkin ‘Mr Playboy’ merasa menemukan tempat untuk memulai eksperimen baru. Sebagaimana dikutip AFP yang meliput pesta semalam suntuk itu, Hefner memang telah menggerakkan perubahan baru di masyarakat Barat. Betapa permisivitas, keserbabolehan, telah dimulai ketika pemuda Hugh Hefner merancang majalah pertamanya itu pada 1953. Setelah itu, revolusi seks pun bergulir tak tertahan, bahkan tidak terduga oleh Hefner.
”Ada tiga penemuan besar dalam sejarah kemanusiaan,” kata Hefner, suatu kali. ”Penemuan api, roda, dan …Playboy,” katanya, setengah berkelakar.
Di lain pihak, wajar pula jika dunia Islam — bukan hanya Indonesia — tercengang dengan lolosnya Playboy di negeri ini. ”Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia mulai mengedarkan Playboy, sebuah majalah porno asal Amerika,” bunyi teras berita harian Al Rayah, Qatar, pekan lalu. Judul yang dipampangnya pun bombastis, ”Negeri Muslim Terbesar di Dunia Terbitkan Majalah Playboy.”
Sementara, situs harian Arab Saudi, Al Watan, menulis dengan judul lain, ”Banyak Protes Atas Penerbitan Playboy Indonesia”. Tetapi, intinya tetap bernada cemas. Lihat saja mereka menulis, ”Dikhawatirkan majalah porno itu akan berkembang sebagaimana di negara asalnya, meski pada edisi pertama Indonesia itu tidak terdapat gambar telanjang,” tulis Al Watan. Kekhawatiran itu juga tecermin di harian Jordania, Al Ra’yu. ”Edisi pertama itu memang tidak memuat gambar porno. Tetapi, semua tahu itu majalah porno. Langkah sengaja pada edisi pertama itu tampak merupakan kecerdikan penerbitnya,” tulis Al Ra’yu.
Kekhawatiran itu bahkan telah merebak ke negara tetangga, Malaysia. Hanya sehari setelah terbitnya Playboy di Indonesia, pihak Bea dan Cukai negara itu memberlakukan pemeriksaan ketat terhadap para pendatang dari Indonesia. Tidak hanya orang Indonesia, tetapi terutama warga Malaysia yang baru pulang dari Indonesia.
”Kita tidak akan menoleransi siapa pun yang mencoba menyelundupkan Playboy Indonesia ke sini,” kata Dirjen Bea Cukai Malaysia (KDRM), Datuk Abdul Rahman Abdul Hamid. Abdul Rahman berjanji, pihaknya akan menerapkan hukuman berat, berupa denda maksimum 20 ribu ringgit, dan atau hukuman maksimal tiga tahun untuk para penyelundup Playboy atau barang berbau pornografi lainnya.
Ia juga menyatakan, pemeriksaan ketat itu diberlakukan pada setiap pintu masuk menuju Malaysia, antara lain, Bandara Internasional Kuala Lumpur, Bandara Bayan Lepas, Pulau Pinang, serta Bandara Sutan Ismail di Senai, Johor. Bagi pendatang lewat laut, mereka akan diperiksa di Pelabuhan Malaka, Pelabuhan Stulang, Johor, serta semua pelabuhan yang ada.
Layakkah kekhawatiran itu? Di luar pemeriksaan ketat, praktisi media senior, Farid Gaban, menyepakati hal tersebut. Farid, yang gigih mempertahankan sikapnya bahwa Playboy tidak hanya sebuah majalah, melainkan gaya hidup, juga mempertanyakan keistimewaan yang diperoleh Playboy Indonesia untuk ‘tampil lain’.
”Membeli franchise sebuah majalah asing, setahu saya, tidak semata membeli brand tapi juga serangkaian standard operating procedure (SOP): tata cara beroperasi secara bisnis, dalam pemasaran, penyajian, bahkan dalam keseluruhan corporate culture,” tulis Farid dalam sebuah polemik di dunia maya. Hal itu, menurutnya, berlaku sebagaimana McDonald’s, Starbucks, atau National Geographics Indonesia.
Jadi, menurut Farid, bagaimana Playboy Indonesia bisa demikian istimewa untuk keluar dari corporate culture Playboy, seperti tecermin dari pesta ulang tahun Hefner tadi?
Atau, benar sebagaimana kekhawatiran banyak pihak. Playboy versi Indonesia saat ini sedang berselimut, sebelum membuka jati diri pada saatnya kelak.
Popularity: 6% [?]
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
| By N2H | |||||||||
784
72
22
12
0
489
365
32
6
5
2
2
0
0
0
0
0