Me, MySelf and I
11 Aug
UnTiTled
I open my eyes
I try to see but I’m blinded by the white light
I can’t remember how
I can’t remember why
I’m lying here tonight
And I can’t stand the pain
And I can’t make it go away
No I can’t stand the pain
Chorus:
How could this happen to me
I’ve made my mistakes
Got nowhere to run
The night goes on
As I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me
Everybody’s screaming
I try to make a sound but no one hears me
I’m slipping off the edge
I’m hanging by a thread
I wanna start this over again
So I try to hold onto a time when nothing mattered
And I can’t explain what happened
And I can’t erase the things that I’ve done
No I can’t
How could this happen to me
I’ve made my mistakes
Got nowhere to run
The night goes on
As I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me
I’ve made my mistakes
Got nowhere to run
The night goes on
As I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me
Popularity: 3% [?]
4 Aug

Taman Safari 31 Juli 2005
huaheuaheuhaeae… lucu banget yah… ketawa mulu nih gue kalo liat… ![]()
Popularity: 5% [?]
4 Aug
Ten Ways to Make Your Teaching More Effective
AUDIENCE ANALYSIS
You’re not the most important person in the room.
Remember that the members of the audience (your students) are supposed to be the beneficiaries of your communication.
Don’t make too many assumptions about your audience. But you do have to make some.
Figure out the basics.
Who are these people?
* demographics (age, ethnicity, gender mix, etc.).
* predispositions (hopes, fears, positives/negatives, level of interest).
* knowledge of/experience with subject/me.
In what kind of setting will they receive this information?
* large lecture hall orsmall seminar room or classroom.
* lighting and sound issues.
* time of day.
Take into account the “me, here, now.”
* Picture yourself as a member of the audience and ask “How does this message affect me, here, now?”
* Me, here, now translates into what you as a sender have to offer your students/receivers-what they will be able to understand, accept, support, consider important-because it matters to them.
Establish cognitive / behavioral objectives for your audience:
* What do I want my students to know?
* What do I want my students to do
Popularity: 5% [?]
2 Aug
Sumber: http://cerpenwongtuo.blogspot.com
Terima kasih untuk Denny B.
Aku meneguk tehku sampai habis, kemudian meletakkan cangkirnya di meja kecil
samping tempat tidurku. Kuletakkan buku yang kubaca. Membuang rasa penat,
aku bangkit, berdiri sambil meletakkan tangan di pinggang, lalu membuat
gerakan memutar pinggulku ke kiri-kanan. Gemeretak bunyi tulang punggungku
terdengar begitu nikmat.
Entah mana yang lebih nikmat, bunyinya ataukah rasanya? Aku tidak mau
berpikir lebih lanjut. Ada kenikmatan lain yang ditawarkan alam padaku. Di
luar, sinar bulan yang baru mulai muncul menyeruak masuk dari pintu beranda
kamarku. Menyeret sendal kamar di kakiku, aku membuka pintu beranda.
Maksud hati ingin lebih menikmati indahnya panorama itu, tapi pemandangan
lain kontan menyedot perhatian di balik pintu yang terbuka.
Seorang, seekor - atau sesosok - Iblis duduk di beranda. Kukenali dari dua
tanduk di kepala, tubuh telanjang tanpa alat kelamin dan ekor dengan bentuk
mata panah diujungnya. Sinar lampu di belakangnya membuat posisinya
membentuk seperti siluet the thinker, karya Auguste Rodin. Sesaat, berandaku
terasa seperti galery museum Decorative Arts di Paris. Mendadak rasa takut
menyelimuti tubuhku. Kuamati lekat mencari tanda-tanda, apakah ini patung?
Atau iblis yang sebenarnya?
Read the rest of this entry »
Popularity: 4% [?]
1 Aug
Ada yang menyebutnya mobil perpus. Tapi rasanya lebih cocok dipanggil dengan sebutan MOBILKEPEDULIAN!

Bukan main. Ternyata yang menciptakan pepatah kecil-kecil lama-lama jadi bukit tidak sia-sia ucapannya. Berawal dari sebuah kepedulian dalam bentuk gelang seharga 10 ribu rupiah. Mobil yang berfungsi sebagai perpustakaan berjalan ternyata bisa diwujudkan juga.
Tidak hanya berhenti sampai mobil. Hasil donasi yang terkumpul dari penjualan gelang sampai saat ini juga telah diwujudkan dan disalurkan untuk anak-anak di Kupang, NTT. Tujuan dari bantuan berupa seragam, buku dan alat-alat tulis ini ke tiga sekolah yang ada disana.
Jika ingin kontak status bantuan anda bisa menghubungi pasangan suami istri Budi dan Peggy
. Panti Asuhan Roslin. Desa Penfui Timur. Dusun 01 RW01/RT01. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupang. NTT. HP: 081339499961
Bantuan yang diwujudkan sejauh ini untuk anak-anak di Kupang, NTT:
220 lusin pensil
9 lusin pulpen
800 penghapus
61 lusin serutan
7000 buku tulis
100 pak pensil warna
1316 baju dan celana/rok seragam
1360 topi dan dasi
Saat ini bagi yang tinggal di Jakarta, jangan lupa menyapa kita jika lihat MOBILKEPEDULIAN melintas disamping anda
Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama, mobil ini sudah bisa melakukan operasional pertamanya di Kupang.
Oh ya sebelum mobilnya berangkat ke daerah operasi, kita juga masih ingin mengisi terus mobil tersebut dengan berbagai koleksi buku yang bisa anda donasikan bersama keluarga, sahabat maupun teman-teman di kantor. Jika ada yang bisa disisihkan, silahkan hubungi kami via info@tunascendekia.org
Terima kasih sahabat. Fase pertama bantuan gelang solidaritasKEBERSAMAAN sudah berhasil kita wujudkan. Tolong sebarkan berita ini di email, milis atau blog yang anda punya, agar keluarga atau sahabat yang sudah membantu bisa mengetahui juga ![]()
Popularity: 9% [?]
10 Jun
Selamat Jalan Si Bunga Surga!
MATAHARI di siang bolong itu tiba-tiba redup. Tak begitu lama, gerimis pun
turun. Meski demikian, Supriono (38) dan putranya, Muriski Saleh (6), dan
sejumlah warga Manggarai Utara 6, tetap bertahan di Taman Pemakaman Umum
(TPU) Karet Pulo, Jakarta Selatan.
Popularity: 3% [?]
7 Jun
Masyarakat dan Aparat Pemerintah Sudah Tidak Peduli Lagi
Salemba, Warta Kota
PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat
anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah.
Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pun geger Minggu
(5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seoran pemulung bernama Supriono
(38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan
memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.
Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke
kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di
kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber.
Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke
RSCM untuk diautopsi.
Popularity: 10% [?]
12 May
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005051123255965
‘Blog’, Media Baru di Internet
MASALAH penggunaan internet kembali mencuat akhir-akhir ini. Terutama setelah sebuah media massa menyomasi Sekretaris Tim Ahli Teknologi Informasi Komisi Pemilihan Umum Basuki Suhardiman karena tindakannya menyebarkan (forward) surat elektronik (e-mail) ke sebuah milis internet.
E-mail tersebut dinilai mencemarkan nama baik media massa yang bersangkutan. Komunitas internet Indonesia pun kemudian heboh dan ramai mendiskusikannya melalui milis (kelompok diskusi) maupun jurnal online (blog).
Para pengguna milis dan blog banyak yang menilai tindakan somasi sebagai sesuatu yang salah alamat. Ada juga yang menganggapnya sebagai ketidakmengertian terhadap dinamika lalu lintas informasi di internet, termasuk mengenai posisi blog internet sebagai “media baru”.
Salah seorang aktivis blog Indonesia yaitu Priyadi yang memiliki blog beralamat Priyadi.net misalnya, memberikan tanggapan, kesimpulan, dan juga saran agar siapa pun jangan malas mempelajari “media baru” tersebut sebelum bereaksi lebih jauh.
Di sisi lain, dosen Komunikasi UGM Roy Suryo menegaskan pentingnya sikap bertanggung jawab dalam penggunaan internet seperti e-mail, blog dan sebagainya. “Orang seharusnya tidak mudah mem-forward sebuah e-mail. Perlu ditanyai dulu sumbernya atau diberi keterangan pendahuluan soal sumber datangnya e-mail tersebut,” kata Roy kepada Media, Selasa (10/5).
Saran hadapi media baru
Kasus somasi ini menurut aktivis blog lainnya, Enda Nasution, bisa dimengerti. Soalnya internet baru dinikmati di Indonesia kurang lebih 10 tahun, sedangkan blog hadir lebih baru lagi yaitu sekitar 4-5 tahun lalu.
Hal di atas dan keterkejutan banyak pihak melihat begitu mudahnya masyarakat internet memiliki “media” dan menyebarkan informasi di internet karenanya adalah wajar dan bukannya tanpa solusi. Menangkal hal ini dengan menabur somasi kepada para pengguna “media baru” bukan saja tindakan yang tidak strategis dan menunjukkan ketidaktahuan. Hal ini juga justru memberikan kredibilitas pada kritik yang dimaksud dan menimbulkan kecurigaan, ungkap Enda lewat e-mail kepada Media. Ia sendiri aktif menulis blog sejak 2001 di alamat enda.goblogmedia.com.
Enda lantas memberi sejumlah saran bagi perusahaan atau pihak tertentu yang mendapat kritik tajam lewat e-mail, blog dan sebagainya. Pertama, perusahaan harus sadar bahwa yang dihadapi adalah “media baru” yang memiliki kaidah tersendiri. Perusahaan harus menginvestasikan waktu untuk mempelajari apa yang bisa dan jangan dilakukan di “media baru”, atau pekerjakan orang yang tahu.
Kedua, identifikasikan para “pemimpin” komunitas di internet, baik berupa milis ataupun blogger. Mereka adalah orang-orang yang setiap harinya berkecimpung di internet, luwes dan mengerti bagaimana cara menyampaikan informasi di internet, tahu informasi apa yang berharga dan tidak berharga untuk diteruskan.
“Jelaskan informasi dari pihak Anda dengan jelas, lengkap, jujur, adil, tidak emosional, dan tidak overacting. Jangan menyembunyikan apa-apa, karena jika ada informasi yang Anda sembunyikan atau sengaja Anda hilangkan dan informasi itu tersebar, maka kredibilitas Anda di internet hancur seketika,” ungkap Enda.
Kemudian, tambahnya, jangan segan mengakui kesalahan dan mohon maaf bila perlu. Cantumkan ini pada pernyataan dan penjelasan informasi dari pihak Anda. Dukung keterangan dan informasi perusahaan dengan referensi berupa link ke situs lain yang bisa ditemukan dan cantumkan link ini pada pernyataan di atas.
Saran Enda lainnya yaitu perusahaan memasang pernyataan pada sebuah alamat web, karena dengan cara ini pernyataan mudah di-link dan akan menjadi bagian dari dialog di internet. Informasikan pernyataan tadi kepada para “pemimpin komunitas” lewat e-mail. Jika perlu, sewa tenaga profesional yang memahami dinamika di internet.
“Miliki juga blog dan pekerjakan seorang blogger. Blog adalah situs dengan sentuhan pribadi yang sering diperbarui dan bersifat interaktif. Banyak manfaat memiliki blog bagi Anda. Selain merespons kritikan di internet, juga memiliki sentuhan pribadi, menerima masukan lebih banyak serta lebih lancar berkomunikasi dengan klien, pelanggan, maupun mitra usaha,” tegas Enda. (War/H-2)
Popularity: 11% [?]
777
72
22
12
0
477
367
30
6
5
2
0
0
0
0