Me, MySelf and I
2 Apr
Ini adalah dunia kami sekarang, dunianya elektron dan switch, keindahan sebuah baud. Kami mendayagunakan sebuah system yang telah ada tanpa membayar, yang bisa jadi biaya tersebut sangatlah murah jika tidak dijalankan dengan nafsu tamak mencari keuntungan, dan kalian sebut kami kriminal. Kami menjelajah, dan kalian sebut kami kriminal. Kami mengejar pengetahuan, dan kalian sebut kami kriminal. Kami hadir tanpa perbedaan warna kulit, kebangsaan, ataupun prasangka keagamaan, dan kalian sebut kami kriminal. Kalian membuat bom atom, kalian mengejar peperangan, kalian membunuh, berlaku curang, membohongi kami dan mencoba menyakinkan kami bahwa semua itu demi kebaikan kami, tetap saja kami yang disebut kriminal.
Ya, aku memang kriminal. Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku. Kejahatanku adalah menilai orang lain dari apa yang mereka katakan dan pikirkan, bukan pada penampilan mereka. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tak kalian maafkan.
Aku memang seorang hacker, dan inilah manifesto saya. Kalian bisa saja menghentikanku, tetapi kalian tak mungkin menghentikan kami semua. Bagaimanapun juga, kami semua senasib seperjuangan.’
This is our world now… the world of the electron and the switch, the beauty of the baud. We make use of a service already existing without paying for what could be dirt-cheap if it wasn’t run by profiteering gluttons, and you call us criminals. We explore… and you call us criminals. We seek after knowledge… and you call us criminals. We exist without skin color, without nationality, without religious bias… and you call us criminals. You build atomic bombs, you wage wars, you murder, cheat, and lie to us and try to make us believe it’s for our own good, yet we’re the criminals.
Yes, I am a criminal. My crime is that of curiosity. My crime is that of judging people by what they say and think, not what they look like. My crime is that of outsmarting you, something that you will never forgive me for.
I am a hacker, and this is my manifesto. You may stop this individual, but you can’t stop us all… after all, we’re all alike.
Popularity: 13% [?]
29 Dec
hauehuaheuahuehauheuahee….
tadi malem pulang sampe rumah jam 1/2 1 pagi..
turun motor buka tas.. cari kunci pager sama kunci rumah..
duh.. diubek2x ternyata nggak bawa kunci..
pencet bel rumah.. nggak ada suara.. kayaknya baterenya abis di receivernya..
ambil henpon .. hanjrit.. mati.. baterenya abis juga..
huehauuaea.. mana kebelet pipis..
*akhirnya pipis dulu di selokan..*
klotek2x pager.. ketok2x .. nggak ada yg keluar nggak kedengeran kali..
mo tereak2x udah malem..
mikir bentar.. nyalain motor..
jalan lagi.. keliling komplek nyari wartel..
nggak nemu pada tutup semua..
akhirnya ada orang2x yg lagi ronda di gardu ronda..
ditanya “mo kemana pak?”
gue jawab “nyari wartel 24 jam ada nggak?”
ditanya “kenapa?”
gue jawab “mo masuk rumah nggak bawa kunci..plus henpon baterenya abis….”
“rumah saya di blok c sana”
ada satu orang akhirnya ngasih pinjem henpon.. “nih make ini aja”
akhirnya gue telepon rumah.. minta bukain..
huaehuahheauaeae.. huahuahuhauhuaa…
Popularity: 12% [?]
6 Oct

06/10/2007 08:01 Hobi
Airsoft Gun, Dar Der Dor
Liputan6.com, Jakarta: Empat pria dilengkapi peralatan militer memasuki sebuah ruang yang mirip gedung dengan cara mengendap-endap. Dengan bersenjatakan senapan, mereka mencoba untuk memasuki sarang musuh dan mencoba melumpuhkannya. Baru beberapa langkah kehadiran mereka sudah diketahui musuh. Tak pelak, aksi tembak-menembak pun tak terhindarkan. Dar der dor….
Tak ada yang tewas dalam aksi saling tembak-menembak itu. Sebab ini cuma olahraga atau permainan yang mensimulasikan kegiatan militer atau kepolisian dengan menggunakan replika senjata api asli atau disebut airsoft gun.
Airsoft gun kini tengah digemari. Tidak hanya pria, wanita pun turut menggemarinya. Astrid adalah salah satunya. “Seru, ada tantangannya. Kayak main detektif-detektifan,” kata Astrid. Selain bisa menambah teman, Astrid juga bisa merasakan perang meski itu bohongan.
Peralatan yang dipakai dalam airsoft antara lain senjata yang merupakan replika dari senjata api asli, peluru yang berbentuk bulat atau biasa disebut ball bearing, kacamata pelindung (goggle). Selain itu, para peserta diusahakan berpakaian dengan gaya militer. Perlengkapan lainnya adalah seperti rompi, helm, sepatu boot, dan sarung tangan juga diusahakan mirip dengan yang dipakai oleh militer dan kepolisian.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Popularity: 13% [?]
7 Sep
@ Area 81 denah terlampir
Popularity: 9% [?]
30 Aug
S U R A T T E R B U K A
30 Agustus 2007
Blogger Indonesia Menuntut Permohonan Maaf Pemerintah Malaysia
Sehubungan dengan peristiwa pemukulan dan penganiayaan yang terjadi pada Donal Peter Luther Kolopita tanggal 26 Agustus 2007 di Negeri Sembilan oleh segerombolan polisi Kerajaan Malaysia
Mengingat juga bahwa Donal Peter Luther Kolopita hadir di Malaysia sebagai utusan resmi Pemerintah Indonesia atas undangan Kerajaan Malaysia yang karenanya merupakan tamu negara yang seharusnya dihormati.
Memperhatikan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi pada Warga Negara Indonesia di Malaysia tapi sudah pernah terjadi pada banyak orang.
Mengamati bahwa praktek kekerasan oleh aparat pemerintah manapun sudahlah seharusnya tidak pernah terjadi dimanapun dan harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan benar.
Menyerukan pada Pemerintah Kerajaan Malaysia dengan segala jajaran aparatnya untuk dengan rendah hati MEMINTA MAAF pada seluruh Warga Negara Indonesia, baik yang tinggal di Indonesia maupun yang bekerja di Malaysia atas semua tindakan merendahkan, kekerasan, intimidasi, penggangguan dan penganiayaan yang sudah terjadi selama ini.
Sebagai bangsa yang serumpun, apalagi bertentangga, dengan kaitan sejarah yang panjang sudah tentu hubungan baik antara dua negara dan dan bangsa ini harus dijaga, karena itu kami tekankan sekali lagi bahwa PERMOHONAN MAAF ini sangat penting dan krusial adanya untuk dilakukan sebagai tanda PENYESALAN dan PENGAKUAN bahwa tindakan oknum aparat diatas adalah SALAH dan akan dikenai sangsi sesuai dengan HUKUM yang berlaku.
ttd.
Blogger Se-Indonesia Raya
O P E N L E T T E R T O M A L A Y S I A N G O V E R N M E N T
30 August 2007
Indonesian Bloggers Demand an Apology from the Malaysian Government
Due to the recent brutal attack on Donal Peter Luther Kolopita by the Malaysian Police on August 26th, 2007.
Recall that Mr. Donal Peter Luther Kolopita is an INVITED GUEST of the Malaysian Govt and therefore should have been treated with the utmost respect and dignity.
This is NOT the first time such an event has occurred to an Indonesian citizen in malaysia.
Oppression in any form ontowards private citizens can not and should not be tolerated by any government and that appropriate corrective and preventive measures should be taken.
We demand that the Malaysian Goverment to submit a written and verbal apology to all citizens of Indonesia, residing in Indonesia and elsewhere as well as to all private citizens of the world .
As people of the same race, as well as neighboring countries, and a strong link in history, the amicable relationship between the two countries has to be maintained. Thereby we strongly insist that Malaysia Apologizes dan admits that the actions taken by Malaysia’s police is abominable and intollerable and will be met with the harshesht and strictest application of the law as it stands.
Indonesian Bloggers
Popularity: 11% [?]
13 Aug
Seperti yang dituturkan di http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=19965
Sebuah Nasionalisme buat Saya
Malam Sabtu silam, ketika saya sedang bersua dengan teman-teman motor, ada ajakan dari seorang teman. “Eh, Agustus-an nih… Kita pasang bendera Merah Putih di motor, yuuk!“ Spontan saya berpikir. Mungkin, maksudnya untuk menunjukkan rasa nasionalisme, atau turut memeriahkan hari Kemerdekaan Negeri ini. Hmm… Iya sih. Bukan sesuatu yang salah sebenarnya. Tapi, kok saya menganggapnya ini bukan sesuatu yang luar biasa. Datar saja, boleh jadi.
Lalu saya merenung, apakah nasionalisme cuma hadir di bulan bernama Agustus saja? Apakah nasionalisme hanya bisa ditunjukkan dengan simbol-simbol tertentu saja? Tak bisakah saya melakukan sesuatu yang lebih nyata, yang lebih berdampak untuk mencitrakan sebuah rasa nasionalisme ini?
Kala tengah melamunkan hal itu, teman saya yang lulusan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik dari sebuah universitas terkemuka melontar komentar lain. Katanya: “sifat nasionalisme di kalangan kita memang semakin blur. Karena sekarang zamannya global. Pengaruh bangsa lain melalui kekuatan ekonominya telah menjajah semua lini kehidupan kita. Dan anehnya, kita asyik terlena.”
Sebagai bagian dari warga dunia yang sudah begitu global, tentu saya memang tidak bisa hidup egois dan mengenyampingkan peran ekonomi bangsa lain. Bahkan, saya merasa hampir semua lini kehidupan saya dikuasai kekuatan ekonomi bangsa lain.
Sebagai contoh, motor dan mobil yang saya kendarai, pemilik modalnya adalah Jepang. Komputer yang saya gunakan untuk menulis isi hati ini, dimodali Amerika. Alat komunikasi yang saya pakai juga mengadopsi teknologi dari bangsa lain. Tapi saya yakin. Saya masih mempunyai pilihan dan kekuatan untuk menunjukkan rasa-rasa nasionalisme itu.
Sekelebat saya teringat grup band Cokelat yang bikin lagu “Bendera“. Teringat Dedy Mizwar yang bikin film “Nagabonar Jadi 2″. Teringat bagaimana perjuangan puluhan ribu orang mengantre, membeli tiket, lantas bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil menitikkan air mata dan serempak tanpa komando menyemangati Tim Nasional sepak bola PSSI di ajang Piala Asia beberapa waktu berselang.
Hmm… Semua begitu terasa memberikan “personal touch” ala masing-masing. Dan akhirnya memberikan inspirasi, bagaimana harus menunjukkan sebuah nasionalisme ala saya.
Terbangun dari lamunan semua itu, saya mendapatkan diri saya sebagai pengguna sepeda motor yang setiap hari harus berjuang melawan kemacetan. Melihat tingkah polah pengguna jalan raya yang semaunya sendiri, melihat bagaimana aturan lalu lintas dipermainkan seenaknya.
Aaah… kalau begitu, mungkin saya bisa berusaha untuk tertib berlalu lintas. Saya tak mau berdamai dengan oknum polisi ketika saya melanggar aturan lalu lintas. Lantas, bagaimana jika saya terus terlibat dalam usaha menekan angka korban kecelakaan lalu lintas di negeri ini.
Kelihatannya, itu bisa menjadi pilihan menarik untuk menunjukkan rasa cinta saya terhadap negara ini. Ketimbang sekadar memasang bendera Merah Putih kecil di motor, yang kemudian bakal lusuh, dan terlupakan pada bulan bernama September nanti…
Malam itu saya pulang dari acara kopdar tadi. Tentunya, dengan berbagai pilihan tentang keinginan saya untuk harus mampu menunjukkan rasa nasionalisme. Nasionalisme ala saya.
Selamat ulang tahun ke-62, Indonesia-ku…
Syamsul M.
HTML 158
Direktur Trotoar Foundation
www.trotoar.org
Popularity: 11% [?]
13 Aug
Dalam Rangka Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 62 serta hari jadi APVClub Indonesia Jakarta yang ke 2, APVClub Jakarta bekerja sama dengan Suzuki akan menyelenggarakan event FLOOD JAKARTA WITH 1000 APV.
Adapun rangkaian kegiatan event ini adalah sebagai berikut:
1. Baksos - Donor Darah - yang telah di laksanakan pada tanggal 21 Juli 2007
2. Baksos - Kunjungan ke panti jompo dan dan panti asuhan pada tanggal 11 Agustus 2007
3. KONVOY 1000 APV di Jakarta serta APV Gathering di Mega Glodog Kemayoran pada tanggal 26 Agustus 2007
Khusus untuk Konvoy 1000 APV adalah sebagai berikut:
Acara diadakan pada
Hari Minggu 26-Agustus-2007
Pukul 09:00.
Waktu berkumpul di titik-titik pertemua di mualai jam 06:00 Pagi.
Start Pemberangkatan dari titi-titik pertemuan jam 08:00 Pagi.
VOUCHER HANYA BERLAKU BAGI PESERTA YANG MENGIKUTI KONVOY 1000 APV. SELURUH VOUCHER BBM, DOORPRIZE, KONSUMSI, HANYA BERLAKU UNTUK PERSERTA KONVOY YANG TERDAFTAR
FLOOD JAKARTA WITH 1000 APV, TERBUKA UNTUK UMUM
Acara meliputi
1. KONVOY 1000 APV 6. Coaching Clinic
2. Ramah Tamah para peserta di Mega Glodog Kemayoran. 7. Bazar
3. APV Modification Contest 8. Konsumsi
4. Acara hiburan 9. Dan banyak lagi acaranya
5. Game anak, ibu, bapak
Ajaklah seluruh kelurga untuk memeriahkan acara ini
HADIAH MENARIK MENANTI ANDA, DENGAN GRAND PRIZE 2 MOTOR SUZUKI
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA….BIAYA PENDAFTARAN GRATIS !!!
Formulir pendaftaran dapat di perbanyak.
Form pendaftaran yang telah diisi di kirm langsung ke sekretariat APVClub Jakarta atau di fax
Sekretariat : Café Maroti
Ruko Grand Panglima Polim Blok 51, Jl. Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan
Phone: +62 21 727 80918 / +62 21 728 01235, Fax: +62 21 7280 1236
Bagi Formulir yang di fax, harap tetap membawa form yang sama dengan yang di fax sebagai bukti pendaftaran. Bagi formulir yang di kirim melalui pos, harap di fotocopy terlebih dahulu yang akan di gunakan sebagai acuan pendaftaran.
Pembagian Voucher akan di validasi / check / mengacu pada data yang ada pada panitia.
BATAS AKHIR PENDAFTARAN Minggu 20 Agustus 2007
Formulir dapat juga di peroleh pada Bengkel-Bengkel Resmi (BERES) Suzuki.
Untuk memudahkan koordinasi pemberangkatan, Telah di tentukan titik-titik pemberangkatan. Yang akan di lakukan di BERES-BERES di bawah ini.
1. IMNI (MT Haryono) 7. Pondok Indah – 021 – 751 1511 / 751 1514
2. Depok (Suzuki Buana Alexander jl.margonda) – 021-775 8324 / 25 8. Cibubur – 021 – 84301920 / 21
3. Bekasi Tambun Pabrik 9. Kebon Jeruk (RMK) – 021 – 549 272 / 533 2020
4. Cakung Pabrik 10. BSD – 021 – 537 9138 / 39
5. Fatmawati – 021 – 7591 6777 11. Mega Glodog Kemayoran
6. Bintaro – 021 – 745 5901 12. Pom Bensin Tol Karang Tengah - Jakarta (KM 13.400)
PENGAMBILAN ATRIBUT
Hari Sabtu 25 Agustus 2007 dari jam 09:00 s/d 15:00
Tempat Di BERES (Bengkel resmi SUZUKI) seperti tercantum di atas (kecuali MEGA GLODOK dan POM BENSIN Tol Karang Tengah)
Seluruh Attribute / Sticker WAJIB di tempelkan di kendaraan. Posisi penempelan ada pada kertas petunjuk yang di berikan oleh panitia.
JANGAN LUPA JUGA UNTUK MENCANTUMKAN DI LOKASI MANA ANDA AKAN BERANGKAT. WAKTU BERUKUMPUL JAM 06:00 PAGI.
Formulir pendaftaran yg ada di panitia yg dianggap paling valid. 1 mobil APV hanya bisa 1 formulir.
Validasinya adalah mobil APV yang datang dan ikut konvoy. Serta pengemudinya memegang sobekan / formulir
lengkap (kalau di fax)
Form Pendaftaran
Mekanisme
Popularity: 13% [?]
13 Aug
“Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika ia berdiri dan memberi perintah, tetapi ketika ia berdiri sama tinggi dengan orang lain dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka guna mencapai sukses..”
Popularity: 4% [?]
871
72
21
12
0
478
471
38
6
5
2
0
0
0
0