Me, MySelf and I
8 Apr

Blogger is part of our family!, kira-kira begitulah sebagian dari hasil pertemuan para blogger dengan pak Nuh, Menteri Kominfo yang menjabat sekarang.
Paling tidak dari statement itu pak Nuh itu statement-statemenya yang mengkotakkan blogger positif dan blogger negatif dinyatakan nggak ada.
Dari diskusi itu sendiri, sebenarnya ada beberapa tema yang dibahas yaitu:
- Klarifikasi masalah isu negatif blogger (dan hacker
)
- Penyamaan persepsi implementasi UU ITE
- Masalah pencegahan pornografi
- Masalah film Fitna dan blocking situs You Tube
tetapi diskusinya lebih banyak yang membahas tentang pemblokiran situs berbagi video youtube.com
Dan pak menteri sendiri bilang kalau pemblokiran tersebut adalah intsruksi langsung dari pak presiden saat ini.
Untuk lebih lengkap hasil diskusi tersebut dapat dilihat disini
*foto diambil dari situs romisatriawahono.net*
Popularity: 36% [?]
13 Aug
Seperti yang dituturkan di http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=19965
Sebuah Nasionalisme buat Saya
Malam Sabtu silam, ketika saya sedang bersua dengan teman-teman motor, ada ajakan dari seorang teman. “Eh, Agustus-an nih… Kita pasang bendera Merah Putih di motor, yuuk!“ Spontan saya berpikir. Mungkin, maksudnya untuk menunjukkan rasa nasionalisme, atau turut memeriahkan hari Kemerdekaan Negeri ini. Hmm… Iya sih. Bukan sesuatu yang salah sebenarnya. Tapi, kok saya menganggapnya ini bukan sesuatu yang luar biasa. Datar saja, boleh jadi.
Lalu saya merenung, apakah nasionalisme cuma hadir di bulan bernama Agustus saja? Apakah nasionalisme hanya bisa ditunjukkan dengan simbol-simbol tertentu saja? Tak bisakah saya melakukan sesuatu yang lebih nyata, yang lebih berdampak untuk mencitrakan sebuah rasa nasionalisme ini?
Kala tengah melamunkan hal itu, teman saya yang lulusan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik dari sebuah universitas terkemuka melontar komentar lain. Katanya: “sifat nasionalisme di kalangan kita memang semakin blur. Karena sekarang zamannya global. Pengaruh bangsa lain melalui kekuatan ekonominya telah menjajah semua lini kehidupan kita. Dan anehnya, kita asyik terlena.”
Sebagai bagian dari warga dunia yang sudah begitu global, tentu saya memang tidak bisa hidup egois dan mengenyampingkan peran ekonomi bangsa lain. Bahkan, saya merasa hampir semua lini kehidupan saya dikuasai kekuatan ekonomi bangsa lain.
Sebagai contoh, motor dan mobil yang saya kendarai, pemilik modalnya adalah Jepang. Komputer yang saya gunakan untuk menulis isi hati ini, dimodali Amerika. Alat komunikasi yang saya pakai juga mengadopsi teknologi dari bangsa lain. Tapi saya yakin. Saya masih mempunyai pilihan dan kekuatan untuk menunjukkan rasa-rasa nasionalisme itu.
Sekelebat saya teringat grup band Cokelat yang bikin lagu “Bendera“. Teringat Dedy Mizwar yang bikin film “Nagabonar Jadi 2″. Teringat bagaimana perjuangan puluhan ribu orang mengantre, membeli tiket, lantas bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil menitikkan air mata dan serempak tanpa komando menyemangati Tim Nasional sepak bola PSSI di ajang Piala Asia beberapa waktu berselang.
Hmm… Semua begitu terasa memberikan “personal touch” ala masing-masing. Dan akhirnya memberikan inspirasi, bagaimana harus menunjukkan sebuah nasionalisme ala saya.
Terbangun dari lamunan semua itu, saya mendapatkan diri saya sebagai pengguna sepeda motor yang setiap hari harus berjuang melawan kemacetan. Melihat tingkah polah pengguna jalan raya yang semaunya sendiri, melihat bagaimana aturan lalu lintas dipermainkan seenaknya.
Aaah… kalau begitu, mungkin saya bisa berusaha untuk tertib berlalu lintas. Saya tak mau berdamai dengan oknum polisi ketika saya melanggar aturan lalu lintas. Lantas, bagaimana jika saya terus terlibat dalam usaha menekan angka korban kecelakaan lalu lintas di negeri ini.
Kelihatannya, itu bisa menjadi pilihan menarik untuk menunjukkan rasa cinta saya terhadap negara ini. Ketimbang sekadar memasang bendera Merah Putih kecil di motor, yang kemudian bakal lusuh, dan terlupakan pada bulan bernama September nanti…
Malam itu saya pulang dari acara kopdar tadi. Tentunya, dengan berbagai pilihan tentang keinginan saya untuk harus mampu menunjukkan rasa nasionalisme. Nasionalisme ala saya.
Selamat ulang tahun ke-62, Indonesia-ku…
Syamsul M.
HTML 158
Direktur Trotoar Foundation
www.trotoar.org
Popularity: 11% [?]
13 Aug
Dalam Rangka Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 62 serta hari jadi APVClub Indonesia Jakarta yang ke 2, APVClub Jakarta bekerja sama dengan Suzuki akan menyelenggarakan event FLOOD JAKARTA WITH 1000 APV.
Adapun rangkaian kegiatan event ini adalah sebagai berikut:
1. Baksos - Donor Darah - yang telah di laksanakan pada tanggal 21 Juli 2007
2. Baksos - Kunjungan ke panti jompo dan dan panti asuhan pada tanggal 11 Agustus 2007
3. KONVOY 1000 APV di Jakarta serta APV Gathering di Mega Glodog Kemayoran pada tanggal 26 Agustus 2007
Khusus untuk Konvoy 1000 APV adalah sebagai berikut:
Acara diadakan pada
Hari Minggu 26-Agustus-2007
Pukul 09:00.
Waktu berkumpul di titik-titik pertemua di mualai jam 06:00 Pagi.
Start Pemberangkatan dari titi-titik pertemuan jam 08:00 Pagi.
VOUCHER HANYA BERLAKU BAGI PESERTA YANG MENGIKUTI KONVOY 1000 APV. SELURUH VOUCHER BBM, DOORPRIZE, KONSUMSI, HANYA BERLAKU UNTUK PERSERTA KONVOY YANG TERDAFTAR
FLOOD JAKARTA WITH 1000 APV, TERBUKA UNTUK UMUM
Acara meliputi
1. KONVOY 1000 APV 6. Coaching Clinic
2. Ramah Tamah para peserta di Mega Glodog Kemayoran. 7. Bazar
3. APV Modification Contest 8. Konsumsi
4. Acara hiburan 9. Dan banyak lagi acaranya
5. Game anak, ibu, bapak
Ajaklah seluruh kelurga untuk memeriahkan acara ini
HADIAH MENARIK MENANTI ANDA, DENGAN GRAND PRIZE 2 MOTOR SUZUKI
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA….BIAYA PENDAFTARAN GRATIS !!!
Formulir pendaftaran dapat di perbanyak.
Form pendaftaran yang telah diisi di kirm langsung ke sekretariat APVClub Jakarta atau di fax
Sekretariat : Café Maroti
Ruko Grand Panglima Polim Blok 51, Jl. Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan
Phone: +62 21 727 80918 / +62 21 728 01235, Fax: +62 21 7280 1236
Bagi Formulir yang di fax, harap tetap membawa form yang sama dengan yang di fax sebagai bukti pendaftaran. Bagi formulir yang di kirim melalui pos, harap di fotocopy terlebih dahulu yang akan di gunakan sebagai acuan pendaftaran.
Pembagian Voucher akan di validasi / check / mengacu pada data yang ada pada panitia.
BATAS AKHIR PENDAFTARAN Minggu 20 Agustus 2007
Formulir dapat juga di peroleh pada Bengkel-Bengkel Resmi (BERES) Suzuki.
Untuk memudahkan koordinasi pemberangkatan, Telah di tentukan titik-titik pemberangkatan. Yang akan di lakukan di BERES-BERES di bawah ini.
1. IMNI (MT Haryono) 7. Pondok Indah – 021 – 751 1511 / 751 1514
2. Depok (Suzuki Buana Alexander jl.margonda) – 021-775 8324 / 25 8. Cibubur – 021 – 84301920 / 21
3. Bekasi Tambun Pabrik 9. Kebon Jeruk (RMK) – 021 – 549 272 / 533 2020
4. Cakung Pabrik 10. BSD – 021 – 537 9138 / 39
5. Fatmawati – 021 – 7591 6777 11. Mega Glodog Kemayoran
6. Bintaro – 021 – 745 5901 12. Pom Bensin Tol Karang Tengah - Jakarta (KM 13.400)
PENGAMBILAN ATRIBUT
Hari Sabtu 25 Agustus 2007 dari jam 09:00 s/d 15:00
Tempat Di BERES (Bengkel resmi SUZUKI) seperti tercantum di atas (kecuali MEGA GLODOK dan POM BENSIN Tol Karang Tengah)
Seluruh Attribute / Sticker WAJIB di tempelkan di kendaraan. Posisi penempelan ada pada kertas petunjuk yang di berikan oleh panitia.
JANGAN LUPA JUGA UNTUK MENCANTUMKAN DI LOKASI MANA ANDA AKAN BERANGKAT. WAKTU BERUKUMPUL JAM 06:00 PAGI.
Formulir pendaftaran yg ada di panitia yg dianggap paling valid. 1 mobil APV hanya bisa 1 formulir.
Validasinya adalah mobil APV yang datang dan ikut konvoy. Serta pengemudinya memegang sobekan / formulir
lengkap (kalau di fax)
Form Pendaftaran
Mekanisme
Popularity: 13% [?]
871
72
21
12
0
478
471
38
6
5
2
0
0
0
0